Business Matching dan Expo Inkubasi Bisnis 2026 Jembatani UMKM Kota Bogor dengan Mitra Bisnis dan Investor
Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor menyelenggarakan “Business Matching dan Expo Program Inkubasi Bisnis Kota Bogor” di Ballroom Gedung Startup Center, Science Techno Park IPB.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian program inkubasi sekaligus wadah untuk mempertemukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)/startup binaan dengan mitra bisnis, investor, dan pemangku kepentingan guna membuka peluang kerja sama, investasi, pemasaran, dan pengembangan teknologi.
Wakil Kepala LPA2I Bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri, Prof Rokhani Hasbullah, menyampaikan bahwa selama mengikuti program inkubasi, peserta telah memperoleh pembekalan melalui bootcamp, mentoring dan coaching, hingga business matching.
Dari 20 tenant peserta, sebanyak 85 persen CEO merupakan perempuan. Dari sisi bidang usaha, mayoritas bergerak di sektor pangan (75%), disusul fashion (10%), pertanian (5%), teknologi informasi dan komunikasi (5%), dan kerajinan (5%).
Kepala LPA2I, Dr Handian Purwawangsa, menyampaikan bahwa dominasi sektor pangan pada peserta menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan fasilitas yang dimiliki IPB University. Kolaborasi juga diharapkan dapat berkembang melalui kerja sama di lapangan antara startup, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada mitra bisnis yang sudah hadir antara lain CIMB Niaga Syariah, BSI, BLST, LBS Urun Dana, LAZ Rabbani, PT EPI, Planteria, Sanfood, d’mamam, Resto hujan rempah, dan Kopi Tiam,” tutur Dr Handian. Ia berharap sesi pitching dapat menarik minat mitra bisnis untuk membuka peluang pendanaan, investasi, pemasaran, dan bentuk kerja sama lainnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Tyas Ajeng Fitriani Prihandari, SP, MSi, saat sambutan pembuka, mengapresiasi kolaborasi ini. Ia berharap kerja sama dengan LPA2I IPB University dapat terus berlanjut dan menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif bagi UMKM dan startup.
“UMKM tidak hanya membutuhkan dukungan regulasi dan perizinan, tetapi juga membutuhkan akses pembiayaan dan pasar. Oleh karena itu, kegiatan Business Matching diharapkan dapat menjembatani startup dengan investor, mitra bisnis, serta peluang inovasi dan teknologi,” sebutnya.
Melalui expo dan pitching, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempromosikan produk, membangun hubungan dan kepercayaan dengan calon mitra, serta menghasilkan kesepakatan minat kerja sama dalam bentuk letter of intent (LOI).
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) antara PT Abah Uki Sejahtera dan CV Serasa Boga Nusantara (Kopi Tiam) terkait kerja sama supply produk. Kemudian visit booth expo startup, pemaparan materi, dan sesi pitching startup di hadapan para mitra bisnis.
“Business Matching ini menghasilkan 75 diskusi peluang kerja sama antara startup dan mitra. Dari proses tersebut, dihasilkan 33 dokumen pernyataan pertemuan lanjutan dan 16 dokumen pernyataan minat kerja sama/LOI,” jelas Asisten Bidang Inkubator Bisnis LPA2I IPB, Deva Primadia Almada, SPi, MSi.
Melalui kegiatan ini, UMKM/startup binaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses investasi dan pasar, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. (*/Rz)
