Sekolah Kopi IPB University Bekali Peserta Tingkatkan Mutu dan Inovasi Produk Kopi
IPB University menggandeng ahli teknologi pangan, Dr Tjahja Muhandri, untuk membekali peserta perbaikan mutu dan pengembangan produk kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk sekaligus mendorong inovasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi.
Dalam pemaparannya, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University ini menjelaskan bahwa mutu produk kopi diawali dari penerapan standar yang konsisten, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga menghasilkan produk akhir yang seragam.
“Standar mutu harus didukung dengan spesifikasi yang jelas, seperti varietas, umur panen, waktu pengolahan, penggunaan alat, suhu, durasi proses, hingga tahapan kerja yang terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, teknik pengeringan menjadi salah satu faktor penentu kualitas kopi. Menurut dia, proses pengeringan tidak hanya bergantung pada suhu, tetapi juga memerlukan sirkulasi atau embusan udara agar kadar air dapat berkurang secara optimal. “Pengeringan yang baik akan menghasilkan mutu biji kopi yang lebih terjaga dibandingkan metode yang hanya mengandalkan panas,” paparnya.
Selain membahas pengendalian mutu, peserta dikenalkan pada berbagai peluang hilirisasi dan diversifikasi produk kopi. Mulai dari kopi dengan campuran alpukat, kopi campuran durian, kopi susu gula aren, kopi rempah, kopi celup, hingga kopi instan menjadi contoh inovasi yang dapat dikembangkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi.
“Setelah produk diolah, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitasnya. Penggunaan packaging yang kedap udara serta penyimpanan pada suhu yang sesuai menjadi langkah penting agar produk tetap aman, berkualitas, dan diterima konsumen dalam kondisi terbaik,” ungkap Dr Tjahja.
Melalui pembelajaran ini, peserta memperoleh wawasan bahwa keberhasilan usaha kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga standar mutu serta menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Diharapkan, materi ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan usaha kopi yang lebih kompetitif, bernilai tambah, dan berkelanjutan. (*/Rz)
