Program SKB IPB University Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting di Makassar
Program Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) 2026 resmi dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Haris, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (10/7).
Kegiatan ini yang diinisiasi Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) ini merupakan bagian dari upaya IPB University mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas melalui pendampingan intensif oleh fasilitator kepada keluarga peserta.
Sebanyak 16 keluarga mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang berkualitas.
Pada sesi materi, Muhammad Yusran Basri, selaku fasilitator SKB 2026, menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Fungsi Keluarga dan Metode 1.000 HPK untuk Pencegahan Stunting.”
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, kesehatan, dan masa depan anak melalui penguatan delapan fungsi keluarga, pola asuh yang positif, serta perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Investasi terbaik orang tua adalah memastikan anak memperoleh pengasuhan yang baik, lingkungan yang sehat, serta pemenuhan gizi yang optimal sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Muhammad Yusran Basri saat menyampaikan materi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif. Peserta tampak aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak, menjaga keharmonisan keluarga, hingga memenuhi kebutuhan gizi di tengah kondisi ekonomi keluarga. Pendekatan dialogis yang diterapkan dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program SKB 2026 tidak berhenti pada penyampaian materi. Setelah kegiatan pembelajaran, seluruh keluarga peserta akan memperoleh pendampingan berkelanjutan yang mencakup penguatan pola asuh anak, pengelolaan keuangan keluarga, peningkatan ketahanan keluarga, serta pemenuhan gizi sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Melalui implementasi Sekolah Keluarga Berkualitas, IPB University bersama para fasilitator berharap dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Dengan keluarga yang kuat, sehat, dan sejahtera, diharapkan akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (*/Rz)
