Sepuluh Mahasiswa PWD IPB University Ikuti Pelatihan Riset Kelautan di UNSW Australia
Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan (PWD) Sekolah Pascasarjana IPB University mengimplementasikan kerja sama akademik dengan University of New South Wales (UNSW), Australia melalui pengiriman sepuluh mahasiswa sebagai fellow untuk mengikuti kursus singkat dan pelatihan riset kelautan.
Kerja sama ini difasilitasi oleh Rekam Nusantara Foundation bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Global Ocean Accounts Partnership (GOAP), dan menjadi bagian dari penguatan kapasitas riset di bidang tata kelola serta akuntansi kelautan.
Sepuluh mahasiswa tersebut terdiri atas lima mahasiswa program magister (S2) dan lima mahasiswa program doktor (S3). Pelatihan berlangsung selama dua bulan, yaitu 15 Mei sampai 12 Juli 2026.
Prof Akhmad Fauzi, Ketua Program Studi PWD IPB University menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan program ini. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan kelautan Indonesia yang berbasis bukti.
“Program ini sangat bagus. Kami berharap IPB University, KKP, Rekam Nusantara Foundation, UNSW, serta GOAP dapat melanjutkan kerja sama ini, termasuk melanjutkan beasiswa untuk batch selanjutnya,” ujarnya.
Mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh di UNSW dengan pendampingan langsung dari dua supervisor, yaitu Dr Ben Milligan dan Dr Jordan Gacutan. Keduanya membimbing mahasiswa secara intensif selama pelatihan di UNSW, mulai dari penyusunan konsep riset, penajaman metode, penulisan ilmiah, hingga persiapan presentasi.
Materi pelatihan dirancang untuk memperkuat kompetensi riset dari hulu ke hilir. Cakupan materi meliputi ocean accounting sebagai kerangka akuntansi kelautan, academic writing atau teknik penulisan ilmiah, teknik presentasi ilmiah, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penulisan karya ilmiah. Kombinasi materi ini menyiapkan peserta untuk menghasilkan luaran riset yang berkualitas sekaligus mampu mengomunikasikannya secara efektif kepada beragam audiens, termasuk pengambil kebijakan.
Selain kegiatan di kelas, mahasiswa PWD juga melaksanakan kunjungan lapang ke The Sydney Institute of Marine Science (SIMS). Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai praktik riset kelautan terkini serta pemanfaatan fasilitas riset bersama antarlembaga di Australia.
Peserta juga mengunjungi Geoscience Australia di Canberra. Dalam kunjungan tersebut, mereka mempelajari pemanfaatan satelit penginderaan jauh (remote sensing) untuk pemodelan pesisir dan laut, analisis geomatika, serta proses kerja identifikasi gempa dan tsunami beserta mekanisme pelaporannya. Materi ini memperluas wawasan mahasiswa tentang integrasi data spasial dan sistem peringatan dini dalam tata kelola wilayah pesisir dan laut.
Pelatihan ini menargetkan dua luaran utama. Pertama, setiap mahasiswa menyusun paper untuk jurnal ilmiah. Kedua, para mahasiswa mempresentasikan hasil kerjanya di hadapan civitas akademika UNSW, Rekam Nusantara Foundation, KKP, serta para pembimbing tesis dan disertasi dari IPB University. Sesi presentasi ini menjadi ajang uji gagasan sekaligus umpan balik lintas lembaga sebelum karya dipublikasikan. (*/Rz)
