Peserta OVOC International Ulik Sentra Kopi Unggulan di Sekolah Kopi Lampung Barat

Peserta OVOC International Ulik Sentra Kopi Unggulan di Sekolah Kopi Lampung Barat

peserta-ovoc-international-ulik-sentra-kopi-unggulan-di-sekolah-kopi-lampung-barat.jpg
Berita / Pengabdian Masyarakat

Peserta program One Village One CEO (OVOC) International menyambangi Sekolah Kopi Lampung Barat, pusat pengembangan kopi yang menjadi rujukan dalam peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi di daerah Lampung Barat (30/6). 

Kedatangan peserta OVOC International disambut hangat oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Kopi Lampung Barat, Imam Rosadi Vadila Nodin bersama Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat, Yudha Setiawan.

“Kami sangat menyambut peserta OVOC IPB, mudah-mudahan dapat mengambil ilmu di Sekolah Kopi mulai dari budi daya sampai dengan pengolahan produk turunannya,” ujar Yudha. 

Imam turut menambahkan, “Dahulu kopi kami tidak ada yang melirik, tapi sekarang kami memiliki jejaring pasar yang luas. Ini membuktikan bahwa kopi kami juga bernilai tinggi hingga sekarang dipercaya untuk menjadi tempat para peserta belajar di Sekolah Kopi kami.”

Menurut mereka, kunjungan ini menjadi pengakuan bahwa Sekolah Kopi Lampung Barat memiliki nilai dan kualitas yang mampu memberikan pengalaman belajar bagi peserta dalam memahami pengembangan komoditas kopi dari hulu hingga hilir. Kehadiran IPB University juga diharapkan dapat semakin memperkenalkan potensi kopi Lampung Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Akbar Hermawan, penanggung jawab program mengatakan, melalui kunjungan ini peserta OVOC International akan mempelajari berbagai aspek pengembangan kopi, mulai dari budi daya, pengolahan pascapanen, hingga strategi peningkatan nilai tambah produk. 

“Pembelajaran lapangan ini menjadi bagian penting dari program OVOC yang mengedepankan pengalaman belajar secara langsung bersama pelaku usaha dan komunitas lokal,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh peserta dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan model bisnis kopi yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah asal masing-masing. (*/Rz)