IPB University Raih Penghargaan The Most Impactful Sharia Business School pada Anugerah Syariah Republika 2026
IPB University memperoleh apresiasi nasional melalui penghargaan The Most Impactful Sharia Business School pada ajang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2026 yang digelar dalam rangkaian Indonesia Sharia Forum 2026.
Penghargaan ini diberikan kepada institusi yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam memajukan ekosistem ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor IPB University, Dr Heti Mulyati, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Republika.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi IPB University untuk terus memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan inovasi di bidang ekonomi syariah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas apresiasi yang diberikan oleh Republika kepada IPB University. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi dalam perkembangan ilmu ekonomi syariah maupun berbagai bidang keilmuan lainnya demi kemajuan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, IPB University berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan, penelitian, dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.
Menurutnya, nilai-nilai syariah seperti amanah, integritas, dan kebermanfaatan selaras dengan semangat IPB University dalam menciptakan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Anugerah Syariah Republika merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan sejak 2017 untuk mengapresiasi kontribusi pelaku industri ekonomi dan keuangan syariah, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, filantropi Islam, hingga tokoh yang berperan dalam memajukan ekonomi syariah nasional.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi berlandaskan amanah, kejujuran, dan kemaslahatan.
Ia mencontohkan kisah seorang pelaku usaha mikro yang lebih mengutamakan keberkahan daripada keuntungan sesaat sebagai representasi nilai ekonomi syariah.
“Yang gagal bukan prinsip syariahnya, tetapi manusianya. Syariah bukan sekadar label, melainkan amanah, integritas, dan kejujuran,” ucapnya. (dr)
