NoriCo, Bumbu Tabur Praktis dari Ampas Kelapa Hasil Inovasi Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University

NoriCo, Bumbu Tabur Praktis dari Ampas Kelapa Hasil Inovasi Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University

norico-bumbu-tabur-praktis-dari-ampas-kelapa-hasil-inovasi-mahasiswa-sekolah-vokasi-ipb-university.jpg
Berita / Riset dan Kepakaran

Lima mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University mengembangkan sebuah usaha rintisan di bidang pengolahan pangan berkelanjutan. Usaha bernama Tastara Agridaya ini lahir dari semangat kewirausahaan muda untuk menjawab tantangan pangan masa kini melalui solusi yang praktis, berdampak, dan berkelanjutan.

Chief Executive Officer (CEO) Tastara Agridaya, Ghibran Alifa mengatakan, produk pertama yang tengah dikembangkan adalah NoriCo. Produk ini merupakan bumbu tabur siap pakai yang mengusung konsep upcycling dengan memanfaatkan ampas kering kelapa sebagai bahan baku utama.

“Kami mencoba memberdayakan kembali ampas kelapa hingga memiliki nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan. NoriCo hadir sebagai bumbu tabur atau sejenis abon yang dikombinasikan dengan nori, wijen, dan berbagai bahan pilihan lainnya. Produknya tahan lama dan higienis, kaya akan cita rasa nusantara,” kata Ghibran.

Chief Operating Officer (COO) PT Tastara Agridadaya, Lukmanul Hakim menuturkan, NoriCo hadir dengan kemasan botol berukuran 25 gram. Saat ini, sudah ada empat varian rasa yang siap memanjakan lidah konsumen dan meningkatkan nafsu makan, yaitu varian original, teri original, original pedas, dan teri pedas.

Ia menambahkan, keunggulan lain dari NoriCo adalah harganya yang sangat terjangkau. Jika produk pesaing di pasar biasanya dijual pada kisaran Rp15.000 hingga Rp18.000, NoriCo dijual mulai dari Rp12.000. Strategi ini berhasil membuat NoriCo bertahan dan bersaing di pasaran.

Penjualan NoriCo meningkat dari Oktober ke November 2025 sebesar 133,3% dan November ke 6 Desember 2025 naik 42%. Total kenaikan permintaan pada Oktober hingga 6 Desember 2025 ialah 233,3% atau 400 botol pada seluruh varian.

Pemasaran NoriCo dilakukan dengan berbagai upaya. Mulai dari penjual langsung di area kampus, mengikuti pameran seperti Job Fair IPB, hingga merambah ke ranah digital. Ke depannya, mereka berencana memperkuat branding melalui konten edukasi di media sosial sebagai bagian dari strategi digital marketing.

Keberhasilan Tastara Agridaya tidak lepas dari dukungan Direktorat Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni IPB University melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Program ini memberikan banyak manfaat, mulai dari pendanaan, ilmu perencanaan bisnis, hingga fasilitas monitoring dan konsultasi. (MHT)