SB IPB University Raih ABEST21 Good Practice Award
Sekolah Bisnis (SB) IPB University meraih penghargaan internasional ABEST21 Good Practice Award. Capaian ini memperkuat pengakuan global terhadap pendekatan pendidikan bisnis berkelanjutan yang dikembangkan SB IPB University.
ABEST21 atau The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization merupakan lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Tokyo, Jepang. Lembaga ini didirikan pada tahun 2005 untuk mengevaluasi dan menjamin mutu pendidikan manajemen di berbagai sekolah bisnis dan universitas di seluruh dunia.
Wakil Dekan Sekolah Bisnis IPB University Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr Zenal Asikin, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas kualitas akademik, tetapi juga terhadap filosofi pendidikan bisnis yang dikembangkan oleh SB IPB.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa business school saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada profit dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan manusia, keberlanjutan, dan dampak sosial,” ujarnya.
Menurutnya, SB IPB University memandang ilmu bisnis bukan sekadar ilmu pertukaran barang dan jasa, melainkan ilmu tentang layanan (services) yang bertujuan menciptakan kesejahteraan manusia melalui kreativitas, kerja sama, dan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Karena itu, ia menandaskan, pendidikan bisnis perlu mampu mengintegrasikan knowledge production dan problem solving secara bersamaan.
Dalam konteks global, kata Dr Zenal, pendidikan bisnis saat ini tengah bergeser dari orientasi growth-oriented menuju well-being, sustainability, dan societal impact. Pergeseran tersebut dinilai sangat relevan bagi negara berkembang atau Global South, termasuk Indonesia, yang menghadapi tantangan ketimpangan sosial, transformasi ekonomi, ketahanan pangan, krisis lingkungan, hingga kesenjangan kapasitas kepemimpinan dan inovasi.
“Keunikan SB IPB terletak pada pengembangan pendidikan bisnis yang berakar pada karakter IPB University sebagai techno-socio-entrepreneurial university. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui konsep business-sustainability embeddedness, yakni menempatkan keberlanjutan sebagai inti pengembangan bisnis dan kehidupan ekonomi,” urainya.
Pendekatan keberlanjutan juga diintegrasikan dalam kurikulum, proses pembelajaran, riset, serta pembentukan karakter mahasiswa. Isu environmental, social, and governance (ESG), green economy, dan sustainability tidak hanya dipelajari sebagai materi kuliah, tetapi menjadi paradigma pendidikan yang membangun kesadaran tentang keterhubungan manusia, bisnis, masyarakat, negara, dan alam.
“Pendidikan di SB IPB diarahkan untuk menghasilkan pemimpin bisnis yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki tanggung jawab etis, sensitivitas sosial, dan kesadaran ekologis dalam mengambil keputusan bisnis,” jelas Dr Zenal.
Ia menyebut, penghargaan ini sekaligus memperkuat komitmen SB IPB untuk terus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Ke depan, SB IPB akan memperkuat integrasi antara pengembangan pengetahuan, riset berdampak, serta penyelesaian berbagai persoalan nyata di masyarakat melalui kolaborasi dan riset internasional.
“Dalam jangka panjang, kami ingin berkontribusi membangun model pendidikan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada human welfare, ecological well-being, dan sustainable prosperity,” tutupnya. (*/Rz)
