IPB University Perkuat Ekspansi OVOC Internasional ke Pasar Tiongkok
Di tengah ketatnya persaingan global, produk desa Indonesia mulai menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Melalui rangkaian misi dagang di Shanghai, Tiongkok,IPB University bersama Kementerian Perdagangan RI mendorong produk lokal berbasis inovasi untuk menembus pasar global secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Selama 18–21 Mei 2026, delegasi IPB University menjalankan berbagai agenda strategis yang mencakup pameran internasional, forum bisnis, kunjungan industri, hingga interaksi dengan komunitas global. Seluruh kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program One Village One CEO (OVOC) Internasional.
Delegasi terdiri dari Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship Danang Aria Nugroho, staf Diki Renaldi Maulana, serta Kayla Alma selaku mahasiswa sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) PT Export Tani Nusantara, perusahaan agribisnis binaan program OVOC Internasional IPB University.
Membaca Pasar Global dari SIAL Shanghai
Partisipasi IPB University dalam SIAL Shanghai 2026 menjadi langkah awal untuk memahami lanskap industri pangan dunia. Pameran ini diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 125 negara dan menjadi ajang penting untuk menangkap tren global serta membuka peluang kemitraan.
Salah satu pencapaian penting dalam kunjungan ini adalah pertemuan langsung antara delegasi IPB University bersama PT Export Tani Nusantara dengan Shanghai Youji Agricultural Development Co, Ltd, sebuah perusahaan pengembangan agrikultur yang berbasis di Shanghai.
“Kehadiran kami di SIAL Shanghai bukan sekadar kunjungan, tetapi langkah nyata untuk membaca peta persaingan global dan memastikan produk desa siap mengambil tempat di dalamnya,” ujar Danang Aria Nugroho, Sekretaris LPA2I IPB University.
Terobosan Ekspor Lewat Business Matching
Upaya konkret terlihat dalam Indonesia–China Business Forum & Business Matching. Forum yang dihadiri oleh lebih dari 40 buyer asal Tiongkok dan lebih dari 20 perusahaan eksportir Indonesia ini dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah perusahaan Indonesia dan mitra bisnis dari Tiongkok.
Pada momen tersebut, PT Export Tani Nusantara, perusahaan binaan OVOC, berhasil menandatangani MoU dengan mitra Tiongkok serta menjajaki kerja sama dengan lebih dari delapan buyer potensial. Capaian ini menjadi bukti konkret keberhasilan program OVOC Internasional IPB University dalam mewujudkan misinya mengantarkan produk desa Indonesia menembus pasar global melalui pendekatan From Local Roots to Global Routes.
Menembus Pasar Lewat Jejaring Perdagangan
Rangkaian dilanjutkan dengan kunjungan ke Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai dan Shanghai Yuquan Import Export Co, Ltd—perusahaan importir buah yang berbasis di Shanghai.
“Kunjungan ke ITPC Shanghai membuka wawasan kami tentang bagaimana sesungguhnya ekosistem perdagangan Indonesia di Tiongkok bekerja. Banyak peluang yang bisa kita manfaatkan, tinggal bagaimana kita menyiapkan produk yang benar-benar siap bersaing,” ujar Danang.
Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai standar dan mekanisme pasar Tiongkok. Diskusi juga membuka peluang ekspor produk hortikultura seperti alpukat dan ubi.
“Pasar Tiongkok sangat terbuka, tapi juga selektif. Kuncinya ada pada konsistensi kualitas dan kesiapan memenuhi standar,” ujar Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid. (*/Rz)
