Satu Dekade Kampus Biodiversitas, IPB University Jadi Teladan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Dalam momentum peringatan World Biodiversity Day yang diperingati setiap 22 Mei, IPB University kembali memperkuat perannya sebagai Kampus Biodiversitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui integrasi pelestarian keanekaragaman hayati dalam pengembangan lingkungan kampus, pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Deklarasi Kampus Biodiversitas sendiri telah dilakukan sejak 22 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Biodiversitas Dunia.
Selama hampir satu dekade, IPB University terus menjaga keseimbangan ekosistem kampus melalui berbagai program konservasi dan pemantauan biodiversitas secara berkelanjutan.
Dosen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata IPB University, Dr Abdul Haris Mustari menyampaikan bahwa keberadaan biodiversitas di lingkungan kampus bukan hanya menjadi identitas IPB University, tetapi juga menjadi pilar dalam membangun budaya akademik yang berkelanjutan.
“Biodiversitas merupakan pilar utama kampus hijau. Kampus bukan hanya tempat belajar mengajar, tetapi juga rumah yang nyaman, aman, dan teduh bagi seluruh sivitas akademika maupun berbagai spesies yang hidup di dalamnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan kawasan kampus senantiasa mempertimbangkan keberadaan flora dan fauna agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga di tengah laju pembangunan kawasan sekitar yang cenderung mengurangi keanekaragaman hayati.
Menurutnya, IPB University memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mempertahankan biodiversitas sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan budaya yang dimiliki sivitas akademika dari berbagai daerah di Indonesia
Hingga saat ini, hasil monitoring biodiversitas di kawasan Kampus IPB Dramaga menunjukkan kekayaan hayati yang cukup tinggi.
Tercatat sebanyak 23 spesies mamalia, 116 spesies burung, 17 spesies amfibia, 51 spesies reptil, 128 spesies kupu-kupu, serta lebih dari 350 spesies tumbuhan hidup dan terdokumentasikan di lingkungan kampus.
Menurut Dr Mustari, kondisi tersebut menjadikan Kampus IPB Dramaga berpotensi menjadi biodiversity-edu tourism atau wisata pendidikan berbasis biodiversitas.
Keasrian lingkungan kampus dinilai mampu menjadi sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat umum maupun pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan.
“Melalui konsep biodiversity-edu tourism, masyarakat dan generasi muda dapat belajar mengenali, memahami, sekaligus terdorong untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa seluruh sivitas akademika dan alumni IPB University diharapkan terus menyebarkan semangat konservasi biodiversitas dalam berbagai aktivitas pembangunan di luar kampus.
Dengan demikian, IPB University tidak hanya unggul dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga menjadi teladan nasional dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
