Agrianita IPB University dan DWP Kemdiktisaintek Gaungkan Gerakan Perempuan untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Dalam rangkaian Kartini Day 2026, Agrianita IPB University bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar kegiatan “From Garden to Movement: Gerakan Perempuan untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan” di Kampus IPB Dramaga (21/5).
Ketua Agrianita IPB University, Suci Nur Aini Zaida, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian Kartini Day 2026. Kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari kunjungan kebun produktif, lecture ketahanan pangan, lomba memasak dan merangkai buah-sayur, hingga layanan pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Suci berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni. “Kami berharap kegiatan ini menjadi pembelajaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari ruang yang paling kecil, yaitu pekarangan, keluarga, dan komunitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Penasihat DWP Kemdiktisaintek, Levy Olivia Brian Yuliarto, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga sebagai unit terkecil.
“Minimal kita mulai menanam cabai rawit atau tomat di rumah sendiri. Dari situ, kita bukan hanya belajar tentang pangan, tetapi juga mengajarkan anak-anak mengenai proses. Bahwa tidak ada sesuatu yang instan, semuanya membutuhkan waktu dan ketekunan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa keterbatasan lahan bukan lagi hambatan, seiring hadirnya inovasi seperti tower garden dan wall garden yang memungkinkan masyarakat tetap bercocok tanam di ruang sempit. Menurutnya, kebiasaan menanam tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga membentuk karakter seperti kesabaran dan tanggung jawab.
Senada, Wakil Ketua II DWP Kemdiktisaintek, Fitri Arnia Khairul Munadi, menilai gerakan perempuan berbasis pekarangan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan bangsa tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan pertanian, tetapi juga oleh apa yang tersaji di meja makan keluarga setiap hari. Melalui gerakan ini, kita ingin mengubah pekarangan rumah yang sebelumnya pasif menjadi sumber pangan yang aktif, sehat, dan mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara IPB University dan DWP Kemdiktisaintek mempertemukan kekuatan riset dan inovasi dengan jejaring perempuan yang luas.
“Ketika ilmu dan inovasi dari IPB bertemu dengan daya gerak DWP, kita sedang membangun benteng ketahanan bangsa yang nyata,” katanya.
Melalui kegiatan ini, gerakan ketahanan pangan berbasis perempuan diharapkan terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga meluas ke keluarga dan komunitas yang lebih luas. (AS)
