Sebanyak 50 Persen Dosen Universitas Islam Kuantan Singingi Riau Adalah Alumni IPB University, Kolaborasi Diperkuat

Sebanyak 50 Persen Dosen Universitas Islam Kuantan Singingi Riau Adalah Alumni IPB University, Kolaborasi Diperkuat

sebanyak-50-persen-dosen-universitas-islam-kuantan-singingi-riau-adalah-alumni-ipb-university-kolaborasi-diperkuat.jpg
Berita

IPB University menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks) Riau. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Prof Deni Noviana dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Dakwah Islamiah Uniks, Bustanur, SAg.

Pada momen tersebut sekaligus penandatanganan memorandum of agreement (MoA) antara Dekan Fakultas Peternakan IPB University Prof Idat Galih Permana dan Dekan Fakultas Pertanian Uniks Dr Pebra Heriansyah.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Prof Deni Noviana, menyambut baik kerja sama ini. “IPB terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun demi kemajuan bersama,” ujarnya selepas penandatangan MoU di Kampus IPB Dramaga, Selasa (28/4).

Prof Deni mendorong agar fokus kerja sama tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia juga menyebutkan peluang kerja sama dalam bidang peternakan serta program One Village One CEO (OVOC), yaitu program penerjunan alumni untuk melihat potensi daerah yang bisa dikembangkan.

Sementara itu, Bustanur menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi ini. Ia mengibaratkan Uniks yang baru berusia 13 tahun seperti manusia yang masih berada di usia remaja dan tengah mempersiapkan masa depan.

“Usia remaja identik untuk mempersiapkan masa depan. Demikian juga dengan Uniks sebagai universitas, kami ingin concern khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM),” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa 50 persen dosen di Uniks saat ini merupakan alumni IPB University. Pihaknya berharap melalui kolaborasi ini, Uniks dapat melahirkan lebih banyak saintis.

Lebih lanjut, ia menyebut Uniks membawa potensi daerah yang luar biasa, yakni “aura farming” yang erat dihubungkan dengan tradisi olahraga Pacu Jalur, perlombaan mendayung di sungai menggunakan perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon dan dikenal dunia.

Kondisi Uniks saat ini juga didukung oleh 80 persen staf pengajar berusia di bawah 40 tahun, menandakan semangat muda untuk mengembangkan universitas. “Kami berharap para profesor IPB bersedia membimbing, menjadi penguji luar, serta memfasilitasi dosen Uniks yang ingin melanjutkan program doktor,” tutupnya. (*/Rz)