IPB University dan BRI Perbarui Kerja Sama, Rektor Singgung Kebutuhan Penambahan Bus Kampus
IPB University menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memperkuat sinergi kerja sama di berbagai bidang. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Dr Alim Setiawan, dan Senior Executive Vice President (SEVP) Retail Transaction and Funding BRI, Tri Lukito Singgih, di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Dramaga (11/3).
Dalam sambutannya, Tri Lukito Singgih menyampaikan terima kasih atas kepercayaan IPB University kepada BRI. Ia menegaskan BRI siap mendukung berbagai kebutuhan IPB University melalui beragam sinergi bisnis, termasuk layanan keuangan bagi seluruh staf dan civitas akademika.
“BRI siap melayani IPB dengan berbagai kebutuhan yang ada. Harapannya kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BRI memiliki jaringan luas dengan sekitar 7.400 cabang di seluruh Indonesia dan banyak melayani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk petani dan nelayan.
“Semoga kerja sama ini menjadi langkah awal sinergi yang lebih luas antara BRI dan IPB University. Banyak solusi yang bisa kita kembangkan bersama dengan dunia akademik,” katanya.
Sementara itu, Rektor Dr Alim menjelaskan bahwa hubungan kerja sama antara IPB University dan BRI telah terjalin sejak tahun 2020. Penandatanganan MoU kali ini merupakan pembaruan setelah masa kerja sama sebelumnya berakhir pada 31 Desember 2025.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bukti kepercayaan yang telah terbangun antara kedua institusi dan akan dilanjutkan ke tahap yang lebih substansial.
“Saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada BRI atas kepercayaan dan komitmennya. Kerja sama ini bukan hanya tertuang di atas kertas, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk konkret yang langsung dirasakan civitas akademika,” ujarnya.
Ia mencontohkan kontribusi BRI dalam penguatan infrastruktur kampus melalui penyediaan empat unit bus operasional. Armada tersebut mendukung mobilitas kegiatan kampus sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep Smart and Green Campus.
Namun demikian, Dr Alim juga menyinggung bahwa kebutuhan transportasi di lingkungan kampus masih cukup besar sehingga ke depan diperlukan penambahan bus untuk menunjang mobilitas mahasiswa.
Lebih lanjut, ia menilai kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan institusi perbankan sangat penting di tengah semakin kompleksnya tantangan pendidikan tinggi.
“Sinergi antara dunia akademik dan dunia perbankan, baik dalam penelitian, pengembangan sumber daya manusia, layanan keuangan, maupun inovasi teknologi, masih memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan bersama,” katanya. (dh)
