Dosen Pulang Kampung IPB University Kembangkan SPR Lanskap Kota Kediri


Dosen Pulang Kampung (DosPulKam) merupakan program pengabdian masyakat yang diluncurkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University mulai tahun 2022. Dari 69 usulan yang diterima, salah satunya adalah pengembangan Sekolah Perkotaan Rakyat (SPR) Lanskap Kota Kediri. Program tersebut sebagai penerapan konsep SPR yang merupakan inovasi sosial IPB University.
 
Dalam sambutannya, Mohammad Ridwan selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung rencana aksi kegiatan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang digagas oleh Prof Muladno melalui Program DosPulKam IPB University.
 
Profesor Muladno, inovator SPR memaparkan tentang Program Dosen Pulang Kampung dengan usulan kegiatan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Gisik Brantas Sejahtera (GBS). Ia menyebut, pengembangan SPR GBS di Kota Kediri ini akan dilaksanakan bersama komunitas warga Kelurahan Mojoroto. Pengembangan SPR bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan seluas enam hektar di sisi barat sungai Brantas dalam bentuk bisnis kolektif berjamaah di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. 

“Kegiatan DosPulKam ini bertujuan sebagai arena pembelajaran partisipatif bersama komunitas warga kelurahan Mojoroto dan dosen serta mahasiswa untuk menjadikan lanskap sisi barat Sungai Brantas lebih bermanfaat, produktif, dan lestari dalam suasana gotong royong,” jelas Prof Muladno dalam Focus Group Discussion (FGD) pelaksanaan Program Dosen Pulang Kampung (DosPulKam) di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, 9/5.

Lebih lanjut, Prof Muladno menjelaskan bahwa SPR GBS dapat menjadi lokasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Islam Kadiri (UNISKA). Dengan demikian, masyarakat bisa berinteraksi langsung dan belajar bersama dengan mahasiswa. Pada kesempatan ini hadir juga Dr Didik Rudiono selaku Kepala LPPM UNISKA dan beberapa dosen UNISKA.
 
Perwakilan masyarakat, Bendot Danisworo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan keinginan dari masyarakat sekitar Sungai Brantas yang melihat bahwa banyak sekali program SPR di Indonesia yang telah berhasil. Ia mengaku akan sangat membahagiakan apabila itu dilakukan di kampung halamannya Prof Muladno. 

“Saya sangat terharu ketika kami menyampaikan keinginan ini kepada Prof Muladno dan disambut baik oleh beliau dengan Program DosPulKam IPB University,” ujar Bendot.
 
Pada kesempatan yang sama, Dr Anggraini Sukmawati sebagai Tim SPR IPB University menceritakan tentang sejarah SPR. Ia juga menceritakan kisah sukses para SPR yang telah lulus membangun komunitas sosio-bisnis dan berhimpun dalam SASPRI sebagai wadah Alumni SPR. Ia menyebut bahwa hingga saat ini telah terbentuk 62 SPR yang tersebar di 24 kabupaten pada 12 propinsi.
 
Sementara, Dr Kaswanto menjelaskan kondisi spasial eksisting dari lima zonasi yang ada di Kelurahan Mojoroto. Ia menyebut, Water Front Landscape berpotensi untuk dikembangkan menjadi lokasi impelementasi SPR berkonsep agroedutourism.
 
Joni selaku wali SASPRI Ngadiluwih, Kabupaten Kediri bercerita tentang suka duka mengembangkan SPR di Kabupaten Kediri hingga sukses seperti sekarang. Pada saat lebaran yang baru berlalu, SASPRI Ngadiluwih berhasil menyediakan daging segar dengan harga yang sangat bersahabat bagi masyarakat sekitarnya. Sementara wali lainnya, Sumarno menambahkan bawah, “Kunci keberhasilan SPR di masyarakat adalah Semangat, Kompak dan Jujur (SKJ).” (*)



Published Date : 14-May-2022

Resource Person : Profesor Muladno, Mohammad Ridwan , Dr Anggraini Sukmawati, Dr Kaswanto

Keyword : SPR IPB, sekolah peternakan rakyat, pengembangan peternakan, inovasi IPB

SDG : SDG 17 - PARTNERSHIPS FOR THE GOALS, SDG 2 - ZERO HUNGER