Sayur Mall Batang Kreasi Mahasiswa IPB Angkat Komoditas Pertanian Lokal


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) IPB University yang berlokasi di Kabupaten Batang yang diketuai oleh Danny Bagus Wibowo mengadakan observasi komoditas pertanian di ladang pertanian milik Nasrullah di dukuh Sigemplong, desa Pranten, kecamatan Bawang (11/7). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka survey dan penggalian masalah produsen dan pengamatan kondisi lapang. Hadir sebagai pendamping observasi, Bambang, Penyuluh Pertanian dari BPP Kecamatan Bawang.

Dukuh Sigemplong menjadi kawasan yang strategis untuk wisatawan yang ingin menikmati pemandangan lahan pertanian dan bukit Derikan di atas ketinggian 1500 mdpl. Namun, untuk akses menuju desa harus melewati jalan terjal yang panjang dan rawan kecelakaan.

Di samping itu, Kecamatan Bawang dinilai sangat potensial untuk komoditas hortikultura karena wilayahnya memiliki kisaran ketinggian antara 800 - 1500 mdpl. Komoditas hortikultura yang diamati oleh tim KKN yaitu kentang varietas granola dan bawang putih varietas lumbu hijau. Kentang yang sudah dipanen selanjutnya akan dilakukan grading atau pengelompokan berdasarkan besar umbinya sedangkan bawang putih yang dipanen akan digunakan untuk pembenihan.

Dalam pemaparannya, Nasrullah mengatakan bahwa kegiatan sehari-hari petani desa Sigemplong yaitu mengolah ladang, menanam bibit serta merawatnya hingga masa panen. Setelah proses panen, produk pertanian langsung diangkut oleh pengepul untuk dilakukan tahap pemilahan hingga pemasaran.

Selain itu, penentuan harga produk pertanian tidak dilakukan oleh petani, namun oleh pasar. Sementara, Bambang mengatakan harga produk pertanian sangat fluktuatif, sehingga tidak dapat diprediksi dengan mudah. Jika demikian, imbas negatif paling besar terdampak pada petani.

“Kami ingin petani mendapatkan penghasilan yang lebih pasti. Kondisi permintaan konsumen yang menurun di era sekarang ini dapat membuat harga turun drastis,” tutur Nasrullah.

Kondisi inilah yang menjadikan Tim KKN-T IPB University yang beranggotakan enam orang menyusun strategi pemasaran produk pertanian secara online untuk meningkatkan pendapatan petani. Program yang bertajuk Sayur Mall Batang (Sambat) ini nantinya diharapkan menjadi solusi dalam menutupi kerugian petani.  

Sayur Mall Batang merupakan terobosan baru hasil kerjasama antara mahasiswa KKN-T IPB University dengan petani Bawang. Produk yang dijual dipromosikan melalui akun instagram sambatofficial.id dan dapat dipesan melalui kontak whatsapp bisnis.

Grand launching Sambat sendiri telah dilakukan pada 28 Juli 2020 yang dihadiri oleh kepala Dispaperta, Camat Bawang, pihak BPP kecamatan Bawang beserta Gapoktan kecamatan Bawang.  Bersama dengan pembukaan, dimulai dengan pre-order pertama dan sudah mendapatkan sekitar 1.05 kwintal pesanan.

Program ini bermitra dengan 11 petani dengan total 19 komoditas pada tahap awal pemasaran. Respons positif pun berdatangan dari puluhan konsumen, baik dari skala rumah tangga maupun industri.

“Sekarang kita sedang menjalankan sistem awal. Semoga program kami dapat berkembang sedikit demi sedikit, sehingga dapat mengangkat produk pertanian lokal dan memperbaiki kualitas hidup petani.  Harapannya, Sayur Mall Batang dapat dikenal di kalangan masyarakat kabupaten Batang dan khalayak luas,” ungkap Danny Bagus (*/RA)



Published Date : 04-Aug-2020

Resource Person : Nasrullah

Keyword : mahasiswa IPB, KKNT IPB, Sambat, Sayur Mall Batang

SDG : SDG 8 - DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH, SDG 12 - RESPONSIBLE CONSUMTION AND PRODUCTION