Dokter Hewan Alumni IPB University Ini Berikan Tips Bedakan Hewan Sehat dan Sakit


Tidak seperti manusia, hewan tak bisa mengeluh bahwa dirinya sedang sakit. Semua jenis hewan tidak bisa mengatakan dengan suara keras jika ada yang sakit. Itu sebabnya semua orang yang mempunyai hewan, jenis apapun itu baik hewan peliharaan seperti anjing, kucing atau hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan yang lainnya harus tahu tanda-tanda hewannya sehat atau sakit.

Untuk itu alumni IPB University dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan sekarang aktif sebagai dokter hewan praktisi, drh Yuke Yunizar Gantiana berikan tips cara membedakan hewan sehat dan sakit. Secara umum karakteristik hewan yang sehat bisa dilihat dari nafsu makannya. Hewan sehat akan tetap makan dengan porsi yang cukup sesuai dengan postur atau bobot badannya.

"Hewan yang memiliki nafsu makan yang baik adalah salah satu ciri bahwa hewan tersebut sehat. Karena gejala awal ternak atau hewan yang sakit adalah penurunan nafsu makan. Ciri lain adalah aktif dan terlihat tenang. Hewan sakit akan terlihat murung, lesu, tak bergairah dan mengalami penurunan nafsu makan. Banyaknya gerak atau aktivitas ternak dapat menjadi salah satu indikator kesehatan ternak. Apabila ternak banyak bergerak dan tidak nglentruk, kondisi ternak dapat dianggap sehat. Sedangkan ternak yang cenderung diam dan kurang aktif merupakan ciri ternak yang kurang sehat," tandasnya.

Selain itu, bisa dilihat juga dari fesesnya. Hewan sehat, fesesnya tidak encer atau diare dan tidak terlalu keras. Pada bagian mulut tidak terlihat hypersalivasi atau berbuih. Hewan sehat juga hidungnya terlihat lembab, tidak kering dan tidak berair serta lubang telinganya bersih. Selaput mata hewan sehat terlihat jernih, bersinar, dan fokus serta bersih tanpa kelainan-kelainan mata. Seperti berair, belek, bercak kemerahan pada kornea mata, adanya selaput putih seperti katarak, ataupun adanya kotoran dan luka di sudut mata.

“Kulit hewan sehat terasa elastis dan turgor kulit baik. Ketika disentuh atau ditarik, kulit hewan sangat kenyal dan posisi kulit akan kembali ke keadaan semula, kembali normal dalam waktu yang relatif singkat. Kemudian bulu-bulu pada hewan sehat bersih, tidak rontok, mengkilat dan subur serta tidak kusam. Hewan yang sakit, kalau ditarik bulunya akan rontok. Kerontokan bulu dalam jumlah banyak dapat menjadi ciri hewan yang sakit,” terangnya. (Awl/Zul)
 



Published Date : 12-Aug-2020

Resource Person : drh Yuke Yunizar Gantiana

Keyword : drh Yuke Yunizar Gantiana, IPB University, dokter hewan, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, alumni IPB

SDG : SDG 3 - GOOD HEALTH AND WELL-BEING, SDG 4 - QUALITY EDUCATION