Bincang Tokoh Online DitmawaPK IPB University Hadirkan Rektor dan Sandiaga Uno


Masa pandemi tidak menutup kemungkinan untuk diselenggarakan sebuah seminar. Kali ini, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University menggelar Bincang Tokoh Inspiratif Secara Online, pada 21/4.

Pada kesempatan ini, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyampaikan tentang pentingnya menjadi anggota masyarakat yang inspiratif. Ia menjelaskan, menjadi inspiratif adalah sebuah proses untuk menggugah orang lain supaya bertindak dan berpikir untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.

“Inspirasi tentu didasari ada sebuah visi hidup, yaitu kita harus memiliki visi besar agar bisa bermanfaat bagi orang lain, karena sebabaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” papar Prof Arif.

Ia menerangkan, agar menjadi orang yang bermanfaat, terdapat banyak pilihan seperti menjadi pengusaha, akademisi, bergabung di lembaga swadaya masyarakat (LSM), aparatur negara, maupun bidang profesional lainnya. Oleh karena itu, visi hidup menjadi sangat penting sehingga langkah-langkah yang dilakukan selama Work From Home tetap produktif untuk mencapai visi hidup tersebut.

“Kalau kita punya visi, mau seperti apa nantinya, tentu dalam konteks bermanfaat bagi orang lain, maka itulah yang kita sebut orang-orang yang pro aktif. Mereka akan terus belajar dan belajar, dan termasuk mendengarkan inspirasi hidup dari orang lain,” tambahnya.

Dengan mendengarkan inspirasi dari orang lain, lanjut Prof Arif, dapat menjadi bahan untuk mengambil sebuah kebijakan atau tindakan. Dengan kata lain, orang pro aktif adalah orang yang mengambil keputusan untuk mewujudkan visinya. Orang pro aktif juga akan terus belajar tanpa menyalahkan keadaan, tidak pernah memberikan chek kosong pada orang lain untuk masa depannya.

“Jadi itulah orang pro aktif yang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, karena dia akan mengambil keputusan sesuai dengan visi hidupnya. Itulah gambaran sebuah inspirasi yang didapatkan dari berbagai orang yang memiliki stok, tidak hanya stok kata, tetapi stok karya dan inovasi,” tutur Prof Arif.

Sementara itu, Sandiaga Uno memberikan tiga gagasan dalam rangka mendukung ketahanan pangan di masa pandemi ini dan untuk masa depan. Tiga gagasan tersebut adalah urban farming, city farming, digital food value chain platform.

“Krisis sekarang ini tidak hanya krisis kesehatan, ekonomi maupun krisis sosial, tetapi ini merupakan krisis multidimensional yang mulai mengancam stabilitas pangan dunia," tutur Sandi.

Ia menjelaskan setiap negara saat ini sedang berusaha mengamankan pangannya masing-masing. Hal yang perlu diperhatikan saat ini adalah sepertiga pangan dunia diproduksi oleh petani kecil. Apabila krisis ini tidak bisa ditangani maka akan berimbas pada krisis pangan dunia.
(RA)


 



Published Date : 22-Apr-2020

Resource Person : Prof Dr Arif Satria

Keyword : pangan, IPB, Rektor IPB, Ditmawa IPB