Gagas Energi Angin Sebagai Sumber Bahan Bakar Kereta Api, Mahasiswa IPB University Juarai Kompetisi Esai Nasional


Sebagai kampus terbaik di Indonesia kategori ilmu lingkungan, IPB University membuktikannya dengan berbagai inovasi-inovasi yang dihasilkan, terutama di aspek lingkungan. Melalui lomba esai nasional yang diadakan oleh Salam Prestasi awal Januari lalu, Pandu Pamungkas, mahasiwa dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University berhasil menyabet Juara 1 dengan gagasan uniknya.

Inovasi yang diangkat Pandu adalah kereta api mandiri energi dengan memanfaatkan energi angin sebagai substitusi bahan bakar kereta. Ide ini muncul karena adanya krisis energi dan semakin berkurangnya ketersediaan sumber energi tak terbarukan.

“Lombanya ini diadakan pada bulan Januari 2020 untuk pendaftaran dan submit karyanya, kemudian pengumuman pemenangnya di bulan Maret ini. Alhamdulillah bisa mendapat Juara 1. Inovasi yang saya angkat yaitu kereta mandiri energi dengan memanfaatkan energi angin yang mana saat ini ketersediaan sumber energi tak terbarukan semakin berkurang,” kata Pandu Pamungkas.

Alasan lain munculnya ide ini adalah emisi gas buang yang dihasilkan kereta api yang berbahan bakar fosil ternyata dapat menyebabkan polusi lingkungan sehingga berdampak pada perubahan iklim.

“Sebenarnya tujuan lain diangkatnya gagasan ini adalah pengurangan polusi udara terhadap lingkungan yang dapat memengaruhi perubahan iklim. Maka dari itu digagaslah pemanfaatan energi terbarukan yaitu angin,” jelasnya.

Mekanisme pemanfaatan energi angin ini dengan cara memasang turbin angin pada sisi kanan dan kiri atas dari kereta api. Arah laju kereta yang seolah-olah melawan udara akan membuat angin memutar turbin tersebut yang kemudian akan dikonversi menjadi energi listrik dari gerak turbin tersebut.

“Jadi, kereta itu melaju seolah-olah melawan udara. Arah berlawanan ini yang akan membuat angin memutar turbin yang dipasang di sisi kanan dan kiri atas dari kereta. Dari putaran turbin angin ini, maka dihubungkanlah dengan sebuah alat yang namanya gearbox kemudian diteruskan ke generator dan diubah menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan dari angin akan digunakan untuk substitusi alat-alat elektronik yang ada di dalam kereta sehingga dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Energi listrik yang dihasilkan ini akan digunakan untuk sumber listrik AC, TV, LCD, Lampu, CCTV dan perangkat elektronik lain. Secara otomatis, penggunaan energi fosil dapat dikurangi,” tambah Pandu.

Ke depannya, Pandu berharap idenya dapat dipakai oleh pemerintah untuk segera direalisasikan mengingat semakin menipisnya ketersediaan energi tak terbarukan di Indonesia. “Semoga pemerintah dapat segera merealisasikan karena ketersediaan energi sudah mulai menipis,” tutur Pandu. (Ath/Zul)


 



Published Date : 27-Mar-2020

Resource Person : Pandu Pamungkas

Keyword : Energi Angin, Kereta Api, Juara I, Departemen Kimia, IPB University

SDG : SDG 9 - INDUSTRY, INNOVATION AND INFRASTRUCTURE