Kembangkan Potensi Pertanian Lokal, Dua Kabupaten ini Gandeng IPB
Institut Pertanian Bogor (IPB) tak hanya menjadi terdepan dalam riset dan inovasi, namun juga dalam hal pengabdian masyarakat. Sudah puluhan tahun IPB bermitra dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini IPB menjalin kerjasama dengan Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat dan Kolaka Utara Sulawesi Tenggara melalui penandatangan Naskah Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) yang dijembatani oleh Direktorat Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB, di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Dramaga (14/9).
Rektor IPB, Dr. Arif Satria dalam sambutannya menjelaskan berbagai inovasi yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat maupun yang sedang dikembangkan oleh IPB. Seperti Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang telah hadir di enam provinsi, Sasumuzi (Sagon Sukun Multi Gizi), padi 3S dengan produktivitasnya 13.4 ton/ hektar, jauh melebihi rata-rata nasional yang hanya 5 ton/hektar, serta berbagai inovasi lainnya.
Dr. Arif Satria menambahkan dalam berbagai inovasi yang telah diciptakan, IPB tentu mengalami banyak tantangan. “IPB menghadapi kesulitan dalam memproduksi hasil inovasi ini dalam skala besar. Maka daripada itu, peran pemerintah daerah menjadi teramat penting. IPB juga terus mengundang putra-putri terbaik dari daerah Solok Selatan dan Kolaka Utara, agar bisa membawa ilmu yang bermanfaat kembali ke daerah lewat jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD),” kata Rektor.
Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria M.Eng berharap dengan adanya nota kesepahaman ini dapat semakin memperkuat komitmen baik Kabupaten Solok Selatan maupun IPB untuk terus berkiprah dan berkarya nyata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dari sektor pertanian.
Ia mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Solok Selatan sangat menyambut baik adanya kerjasama ini. Solok Selatan memiliki lahan yang subur yang cocok untuk pertanian, perkebunan, perikanan. Sedangkan untuk pariwisata, Solok Selatan juga memiliki beberapa situs yang terkenal dan diakui oleh pemerintah Indonesia salah satunya perkampungan adat terpopuler.
Sama halnya dengan Bupati Solok Selatan, Drs. H. Nurrahman Umar MH selaku Bupati Kolaka Utara juga menyampaikan rasa bahagianya dapat menjalin kerjasama dengan IPB. Baginya, penandatanganan ini selain sebagai sarana silaturahim juga menjadi langkah nyata dari harapan-harapan yang diharapkan bersama baik oleh masyarakat Kolaka Utara maupun IPB.
“Kami kurang lebih 80 persen hidup dari sektor pertanian dalam arti luas. Kami menyadari perkembangan demi perkembangan baik secara teknologi maupun alami, harus beriringan dengan perkembangan sumber daya manusia. Kami memandang IPB ini tempat para ahli-ahli yang dapat membantu kami menjawab berbagai tantangan, kami meyakini bahwa sesuatu itu harus dikerjakan oleh ahlinya,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pertanian yang dihadapi oleh petani di daerahnya dalam beberapa waktu terakhir adalah pergeseran periode dan curah hujan serta ketebalan tanah yang berubah dengan adanya tanaman nilam yang menyedot banyak humus tanah. Selain itu, Kabupaten Kolaka Utara juga membutuhkan bimbingan dan arahan dari IPB khususnya dalam hal relasi hingga pasar untuk mengelola pertanian dari bibit hingga pemasaran. “Semoga inovasi, sumber daya manusia dan jaringan yang dimiliki oleh IPB dapat membantu daerah dapat berkembang lebih maju”, tutupnya. (FI/Zul)
