IPB Dukung Penuh Badan Narkotika Nasional


Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menjalin kerja sama dengan berbagai instansi secara paralel, yaitu dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), PARFI 56, dan Komunitas Pecinta Satwa Indonesia (KPSI).

Penandatanganan kerja sama BNN dengan IPB dilakukan oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria, dengan Kepala BNN RI, Drs. Komjen Pol Drs. Budi Waseso di Pusat Laboratorium Narkoba BNN, Cigombong, Bogor (22/2).

Kepala BNN RI menyampaikan, kerja sama dilakukan BNN dengan IPB dan empat institusi lainnya, sekaligus meresmikan Pusat Laboratorium Narkotika dan Fasilitas Anjing Pelacak Narkotika (Unit Deteksi K9) bertaraf internasional. Pusat laboratorium ini terletak di Jl. Mayjen H.E Sukma KM 21 Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Fasilitas  yang diresmikan beroperasi adalah Unit Deteksi K9. Unit Deteksi K9 merupakan pasukan anjing pelacak yang bertugas membantu BNN dalam mengungkap adanya tindak pidana narkotika. Berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar, Unit Deteksi K9 memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Selain Gedung perkantoran, Unit Deteksi K9 dilengkapi dengan 4 bangunan barak masing masing berisi 7 kamar dan dapat menampung sebanyak 97 personel. 

"Penandatanganan MoU ini merupakan bukti nyata partisipasi beragam elemen bangsa untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia. Kelima institusi ini juga sepakat untuk membantu BNN dalam menyebarkan informasi bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing. Dengan begitu jumlah masyarakat yang teredukasi bahaya penyalahgunaan narkotika dapat semakin meluas," ujar Kepala BNN RI.

Saat ini BNN memiliki 47 ekor anjing pelacak, 20 ekor merupakan jenis german shepherd, 10 ekor jenis belgian malinois, 12 ekor jenis labrador dan 5 ekor jenis beagle. Seluruh anjing tersebut ditempatkan di 6 bangunan kennel. Setiap bangunan terdiri dari 18 kandang, sehingga fasilitas ini mampu menampung hingga 108 ekor anjing pelacak. 

Unit Deteksi K9 ini juga memiliki klinik dan farmasi yang di dalamnya terdapat 3 kennel rawat inap, ruang operasi, 4 orang dokter, 4 orang paramedic serta ruang pemeriksaan yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang canggih.

Ia menambahkan, kedua fasilitas ini didirikan guna mendukung upaya BNN dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang terus meningkat. 

Rektor IPB mengatakan, melalui MoU ini, IPB sepakat untuk membantu BNN dalam melakukan pengembangan konservasi wilayah kultivasi tanaman narkotika dan pemberdayaan masyarakat perdesaan dalam Program Nasional Alternative Development. Hal lain yang disepakati adalah kerja sama di bidang penelitian pengembangan, dan pengkajian di bidang narkotika untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan pelayanan kesehatan. 

Terkait fasilitas Unit Deteksi K9 milik BNN, IPB sepakat untuk memberi dukungan berupa upaya pengembangbiakan, pelatihan manajemen kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta perawatan bagi satwa anjing pelacak narkotika milik BNN.

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, Prof. drh.Agus Setiyono, Ph.D,Ap.Vet, menyampaikan, kerja sama akan ditindaklanjuti khususnya di FKH IPB, meliputi program sarjana dan program profesi dokter hewan. "Untuk aktivitas sarjana dapat diisi dengan penelitian, bisa terkait tanaman ganja, dan hewan model untuk diujicobakan. Sedangkan terkait program profesi dokter hewan, punya rencana cukup besar dengan akan banyak aktivitas pendidikan terlibat di sini, dalam kampus dan luar kampus, juga breeding atau pengembangbiakan," papar Prof. Agus.

Nampak hadir dalam acara ini di antaranya para pejabat BNN pusat dan daerah, Ketua United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), sejumlah perwakilan negara sahabat yang mendukung pemberantasan narkoba.(dh)



Published Date : 22-Feb-2018

Resource Person : Dr. Arif Satria

Keyword : IPB Dukung Penuh Badan Narkotika Nasional